Powered by Blogger.

Rumah di Hari Valentine...

    Apakah 'RUMAH'?

    Siang berhujan ini bukan siang dimana Toru Wanatanabe dalam novel 'Norwegian Wood', berada di sebuah pesawat dan ingatan melemparkannya pada Naoko - gadis cinta pertamanya, di masa yang telah berlalu. Ini siang pada hari valentine yang setahun lalu kulalui di KL dan kini, kulewati di kamar sepi di pojokan utan kayu ini. Rumah? Hmm...


    Memandang pucuk-pucuk atap rumah yang lembab sehabis tersiram hujan dari jendela kamar, entah kenapa pertanyaan tentang rumah menjelma selembar kertas ujian di kepala yang membutuhkan jawaban segera.

    Apa itu 'Rumah'?
    Dimanakah ia letaknya?

    Heran juga euy, kenapa tiba-tiba di hari valentine ini gue kok mikirin rumah yaks? Hehe. Apakah aku ingin punya rumah? Kenapa harus kepikiran rumah? Bukankan rumah artinya adalah sesuatu yang stabil? Infrastruktur yang dibuat untuk manusia dimana ia akan tinggal permanent dan tetap? Kenapa semakin berpikir tentang rumah semakin aku ingin pergi dan terbang-terbang ke tempat jauh tapi juga pada waktu yang bersamaan ingin tinggal di suatu tempat dimana aku 'ada', 'berjejak', dan 'dirindukan' juga 'kurindukan'. Hohohoho... Hari valentine yang aneh! :D

    Maka aku pun menulusur di lorong google, mencari dengan bahasaku sendiri apa arti rumah. Dan dalam selancar itu, kutemukan beberapa data di bawah tentang what so called 'Rumah':

    Konon katanya, rumah adalah tempat dimana kita tinggal pada waktu tertentu, hingga pada seseorang kita bisa bilang, "Kirimkan paket bunga itu ke rumah saya saja ya..." atau katakanlah, untuk merujuk para homeless poeple atau mereka teman kita yang sedang kabur dari rumah, kita bisa bilang: "Kasihan, dia nggak punya rumah", atau: "Dia sekarang nggak punya tujuan untuk pergi. Kemana nanti ia akan pulang?"; Rumah dalam definisi ini juga (tinggal pada waktu tertentu) bisa diterapkan ketika kita punya kencan atau janjian dengan teman, rumah yang dirujuk untuk kata tempat tinggal pada waktu tertentu: "Sayang, bagaimana menurutmu? Nanti pulang kerja kita ke tempatmu? atau tempatku saja?"

    Hhm...

    Ini sesuatu yang lain lagi tentang rumah, ia yang disebut sebagai suatu tempat tinggal: perumahan bahwa seseorang hidup dalam (in) nya; "Ia membangun tempat tinggal sederhana di dekat kolam", "Mereka mengumpulkan uang untuk menyediakan rumah untuk para tunawisma"

    Dalam daftar yang lain lagi, 'rumah' juga bisa berarti negara atau negara bagian atau kota di mana kita tinggal; "Tahu nggak, kalau tarif Kanada diberlakukan di Amerika, itu memungkinkan perusahaan-perusahaan kayu menaikkan harga rumah lho!"; atau ketika seorang turis di Bali bertanya tentang tempat tinggal temannya sesama turis yang lain, sang teman bisa bilang "Rumahnya, New Jersey", "Aku tinggal di New York'.

    Dan dimanakah rumahku?
    Jakarta? Sukabumi?

    Untuk kata 'rumah' pada daftar negara, atau negara bagian, atau kota, aku nggak pernah punya 'rumah' dalam artian yang sebenarnya. Duniaku selalu kebelah, nggak pernah sungguh-sungguh ada dunia yang utuh untuk kutinggal. Aku manusia separo-separo. Kalau ditanya 'rumahnya dimana?' aku jadi bingung. "Di Jakarta, tapi keluarga di sukabumi".
    "Di Jakarta rumah siapa?"
    "OH, itu tempat saya kerja aja, saya orang sukabumi"

    Tapi rasanya ada yang tak benar dengan statement itu, aku jakarta banget. Logatku sunda atau sukabumi banget, dan kelakuan serta tingkah, serapan dari segala budaya yang nyamperin aku atau aku samperin. Duniaku kebelah2, dan aku yakin, puluhan juta manusia lainnya di dunia merasakan hal yang sama. I'm not alone. Meski tetap saja... perasaan menjadi manusia kebelah itu membuatku kerap merasa kesepian dan sunyi. What do you expect dari seorang manusia yang udah keluar rumah sejak umur 13 tahun? Mengharap keutuhan?

    Doakan saja aku bisa mendapatkannya, meski.. menjadi kebelah-belah adalah sesuatu yang menakjubkan untuk bisa memahami arti dan kata 'utuh'. Dalam hal ini (yang dikaitkan dengan rumah), bukankah 'rumah' juga berarti suatu tempat dimana diartikan sesuatu 'mulai' dan 'berkembang'; "Amerika Serikat adalah rumah bola basket" , "Indonesia rumahnya batik dunia'.

    Lalu pada suatu waktu aku dan seorang teman mulai sering melihat-lihat desaign, karena ia memang desaigner grafis. Dia bisa memperlihatkan padaku bagaimana suatu 'bentuk' mengada. Gambarnya bagus, kalau ia melakukan lay out terhadap suatu yang akan tertata di buku, dia punya konsep, tapi ia belum lagi mengenalkanku akan gambar 'rumah'. Waktu berlalu dan pada suatu ketika bertemu lah aku dengan seorang teman yang kerjanya memang mendesain rumah. Suatu kali, ada waktu-waktu dimana yang diceritakannya adalah tentang rumah, rumah, rumah dan bangunan-bangunan, landscap yang dari tiada ia dirikan keberadaannya, dan terakhir, gambar-gambar pada lembar-lembar majalah arsitektur rumah dan buku arsitektural semacam itulah...

    'Rumah' kembali melayang seperti daun jatuh dalam gumpalan kimia yang menyerap pikirku. Ide tentang 'rumah' datang seiring waktu dan gambar-gambar. Lalu suatu hari Rebecca dan keluarga kecilnya jalan-jalan di Nepal. Dia menposting foto-foto perjalanannya di si WajahBuku (http://www.facebook.com/album.php?aid=273214&id=638441695). Postingan gambar rumah sederhana dan tak terlalu luar biasa yang dicapturenya dalam perjalanan di Nepal, mengendap kuat di kerak ingatan, membantuku membayangkan apa itu 'rumah' dalam arti bangunan dan tak semata konsep. Rumah yang kupikirkan di siang valentine day ini...

    Berada di dalam salah satu rumah itu, pada saat valentine begini, mungkin menyenangkan ya...
    Hhhm...


    Rumah:
    "Dia tinggal di rumah pada akhir pekan";
    "Setelah permainan, anak-anak dibawa pulang teman-teman untuk makan malam";



    Rumah:
    "Aku akan pulang ke rumah, besok";
    "Saya harap Anda akan pulang untuk Natal";



    Rumah:
    "Aku akan membawanya pulang ke rumah";

Post Title

Rumah di Hari Valentine...


Post URL

http://gallerygirlss.blogspot.com/2011/02/rumah-di-hari-valentine.html


Visit Gallery Girls for Daily Updated Gallery Girls
Cpx24.com CPM Program

Popular Posts

My Blog List

Blog Archive

Total Pageviews